Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura menyelenggarakan Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Tingkat Kabupaten Keerom

Jayapura – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura menyelenggarakan Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Tingkat Kabupaten Keeerom. Rapat bertajuk “Membangun Sinergitas Anggota TIMPORA Pada Era Tatanan Normal Baru” di Grande Arso Hotel Arso Kabupaten Keerom pada hari Kamis (27/08)

Tampak hadir pada kegiatan tersebut Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura, Darwanto, Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Ignasius serta anggota Timpora Kabupaten Keerom yang terdiri dari instansi terkait seperti Badan KesBangPol Kab. Keerom, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kab. Keerom, Lembaga Pemasyarakatan Anak Kab. Keerom, DisNaKerTrans Kab. Keerom, DisDukCaPil Kab. Keerom, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Keerom, Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Keerom, Dinas Pariwisata Kab. Keerom, Dinas Kesehatan Kab. Keerom, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Keerom, Bagian Pengelola Kawasan Perbatasan Daerah Kab. Keerom, Polres Keerom, Kodim 1701 Jayapura, BIN Daerah Papua, Kejaksaan Negeri Jayapura, Kantor Kementerian Agama Kab. Keerom, BNN Provinsi Papua, SatGas BAIS Padjajaran Kab. Keerom, Kejari Jayapura, Distrik Arso Kab. Keerom, Polsek Arso, Koramil Arso, Kampung Arso Kota serta lainnya sebagaimana termaktub dalam Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Nomor: W.30.IMI.IMI1.GR.03.02-0395 Tahun 2020 Tentang Rapat TIMPORA Tingkat Kabupaten Keerom.

Kegiatan diawali dengan laporan penyelenggara oleh Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura Agustinus Wahyudi, dalam penyampaiannya bahwa maksud diselenggarakan Rapat Timpora Tingkat Kabupaten Jayapura adalah untuk memantapkan sinergitas atau keterpaduan antara instansi terkait mengenai pengawasan orang asing terutama di daerah perbatasan RI-PNG.

Dalam sambutan oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura, Darwanto menyampaikan bahwa mendukung dan menjalin komunikasi dengan pemerintah Keerom dalam hal pengawasan dan keamanan perihal perlintasan di area perbatasan dengan penambahan SDM petugas Imigrasi yang akan ditempatkan di pos-pos perbatasan RI-PNG wilayah Keerom, oleh karena itu mari kita saling bekerjasama antar instansi terkait.

Kepala Divisi Keimigrasian yang diwakili oleh Kepala Bidang Perizinan dan Informasi Keimigrasi Divisi Keimigrasian Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Papua, Hanwiyuto dalam sambutannya menyampaikan bahwa Perbatasan Indonesia-PNG memiliki garis perbatasan yang sangat panjang oleh karena itu perlu adanya kerjasama dan menjalin komunikasi antar instansi lewat pembentukan Timpora.


Rapat dibuka secara resmi oleh Kepala Badan KesBangPol Kab. Keerom, Minggu menyampaikan bahwa pengawasan Orang Asing dan perlintasan Orang Asing di daerah perbatasan RI-PNG Kabupaten Keerom memerlukan dukungan dari berbagai instansi terkait untuk bersama-sama melaksanakan pengawasan keimigrasian di Kabupaten Keerom maka perlu dilaksanakan rapat Timpora, sehingga koordinasi antar instansi terkait dalam rangka menyamakan persepsi dan sinergitas dalam hal pengawasan kegiatan orang asing dapat dilakukan dengan baik.

Saat memimpin jalannya rapat Timpora, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura, Agustinus Wahyudi menyampaikan bahwa keberadaan warga negara asing yang melakukan beragam kegiatan di wilayah hukum Indonesia perlu mendapat perhatian semua pihak. Oleh karena itu koordinasi antar instansi terkait sangat penting dalam rangka menyamakan persepsi dalam hal pengawasan kegiatan orang asing di daerah sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Sebagai anggota Timpora, maka seluruh anggota mempunyai kewenangan melakukan tindakan hukum kepada orang asing yang melanggar hukum sesuai dengan bidang tugas masing-masing, dan pihak Imigrasi nantinya akan mengecek apakah keberadaan orang asing tersebut sesuai dengan izin tinggal yang dimilikinya.

Imigrasi sebagai penjaga pintu gerbang negara, tentu tidak dapat menjalankan tugas dan fungsi tanpa adanya sinergitas dengan pihak – pihak terkait, maka kita harus berkesinambungan melakukan koordinasi dan menjalin komunikasi, agar kita mempunyai suatu pemahaman yang sama terutama pengawasan di wilayah perbatasan RI-PNG khususnya di wilayah Kabupaten Keerom ungkap Agustinus Wahyudi.